Enter your keyword

Teknik Metalurgi ITB Selenggarakan Simposium Internasional Bahas Pengembangan Teknologi Hydrogen Metallurgy

Teknik Metalurgi ITB Selenggarakan Simposium Internasional Bahas Pengembangan Teknologi Hydrogen Metallurgy

BANDUNG — Program Studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Institut Teknologi Bandung (ITB), menyelenggarakan “Indonesia–India–Australia Symposium on Frontiers in Hydrogen Metallurgy 2026” pada 21–22 Mei 2026 di Gedung CRCS, ITB Kampus Ganesha.

Mengusung tema “Advancing Hydrogen-Based Metallurgy Technologies for a Sustainable Future”, simposium ini menjadi wadah pertemuan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi industri dari Indonesia, India, dan Australia untuk mendiskusikan perkembangan terbaru teknologi metalurgi berbasis hidrogen serta peluang kolaborasi riset lintas negara.

Fokus pembahasan dalam simposium meliputi hydrogen reduction, hydrogen plasma metallurgy, sustainable steelmaking, penggunaan gas reduktor alternatif, hingga berbagai pendekatan dekarbonisasi proses metalurgi dan ekstraksi logam. Topik-topik tersebut menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap industri logam yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi karbon.

Kegiatan dibuka secara resmi pada Kamis (21/5/2026) dan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi pendidikan tinggi dan pusat riset internasional, di antaranya Prof. Zulfiadi Zulhan dan Taufiq Hidayat, Ph.D. dari ITB, Fakhreza Abdul, Ph.D. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Dr. Ashok Kamaraj dari Indian Institute of Technology Hyderabad, Dr. Arup Kumar Mandal dari National Institute of Technology Durgapur, Dr. Arghya Majumder dari Kazi Nazrul University, serta Prof. Raj Kumar Dishwar dari Indian Institute of Technology Dhanbad.

Selain itu, sesi presentasi juga menghadirkan peneliti muda dan akademisi dari Swinburne University of Technology, yaitu Bima Satriatama, Made Giri Natha, dan Dian Mughni Fellicia, serta Shany Sofiah Fauth dari ITB.

Dalam berbagai sesi pleno, para pembicara membahas tantangan dan peluang implementasi teknologi hidrogen dalam proses metalurgi modern. Diskusi mencakup pemanfaatan hidrogen dan amonia sebagai reduktor alternatif, hydrogen plasma ironmaking, pengembangan green steel, hingga strategi pengurangan emisi karbon pada industri besi, baja, dan nikel.

Simposium ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mempercepat pengembangan teknologi metalurgi berkelanjutan. Kehadiran peserta dari berbagai institusi dan perusahaan menunjukkan bahwa isu hydrogen metallurgy telah berkembang dari sekadar kajian akademik menuju solusi nyata yang berpotensi diterapkan di sektor industri.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada hari kedua melalui kunjungan laboratorium ke fasilitas riset ITB di Kampus Ganesha dan Jatinangor. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung berbagai infrastruktur penelitian yang mendukung pengembangan material dan teknologi metalurgi berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan simposium internasional ini, ITB kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi global, penguatan riset multidisiplin, serta pengembangan teknologi metalurgi yang mendukung transisi menuju industri rendah karbon dan masa depan yang lebih berkelanjutan.