Enter your keyword

ITB dan Industri Foundry Nasional (Victorindo Group) Kembangkan Paduan Unggul untuk Peralatan Sawit

ITB dan Industri Foundry Nasional (Victorindo Group) Kembangkan Paduan Unggul untuk Peralatan Sawit

Bandung, metalurgi.itb.ac.id – Selama ini, sektor industri pengolahan kelapa sawit belum banyak menjadi perhatian utama dalam kajian metalurgi, padahal sektor ini memiliki kebutuhan tinggi terhadap material dengan keandalan dan ketahanan yang optimal. Menyadari potensi tersebut, Program Studi Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung menjalankan peran Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi strategis dengan dunia industri. Bersama PT Victorindo Pratama Mandiri serta anak perusahaannya PT Victorindo Ferro Nusantara, para akademisi ITB melaksanakan riset terapan yang berfokus pada pengembangan material logam unggul dan analisis kegagalan komponen industri. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan peralatan proses, memperkuat efisiensi operasional, serta mendorong daya saing manufaktur nasional berbasis inovasi teknologi material.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB dengan kedua perusahaan yang ditandatangani pada awal tahun 2025. Sebagai langkah awal implementasi, tim Teknik Metalurgi ITB melakukan kunjungan kerja ke Medan pada 23–25 Juni 2025. Kegiatan tersebut bertujuan mempelajari secara langsung proses fabrikasi dan pengecoran logam di fasilitas industri milik mitra, sekaligus meninjau kebutuhan lapangan pada sektor pengolahan kelapa sawit.

Dalam kunjungan tersebut, tim dosen ITB yang hadir terdiri atas Prof. Eddy A. Basuki, Prof. Akhmad A. Korda, Dr. Tria L. Achmad, dan Dr. Fadhli Muhammad, dengan dukungan Djalu Amardanta sebagai asisten kegiatan kerma. Tim juga meninjau dua pabrik kelapa sawit milik PT London Sumatra Indonesia Tbk dan PT Permata Hijau Palm Oleo untuk memahami tantangan operasional yang dihadapi industri.

Dari hasil observasi lapangan, tim menemukan bahwa komponen logam pada peralatan pengolahan sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Banyak peralatan bekerja dalam kondisi berat yang menyebabkan umur pakai relatif rendah dan frekuensi kegagalan cukup tinggi. Kondisi ini membuka peluang penerapan rekayasa metalurgi modern, sebagaimana telah sukses dilakukan di sektor dirgantara, otomotif, pertahanan, energi, pertambangan serta minyak dan gas.

Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, tim ITB, PT. VPM, dan PT. VFN kini mengembangkan paduan khusus untuk komponen pompa cairan sawit (Pompa Aquaflow) yang harus tahan terhadap korosi dan abrasi secara bersamaan. Penelitian dilakukan melalui serangkaian pengujian laboratorium, mulai dari uji keausan, uji kekerasan, uji korosi, dan analisis mikrostruktur.

Hasil awal riset ini melahirkan kandidat material baru bernama VFN Onyx, paduan tahan karat yang diproyeksikan mampu meningkatkan performa hingga 30 persen, baik dari sisi ketahanan korosi maupun umur pakai akibat abrasi. Jika berhasil diimplementasikan secara luas, inovasi ini berpotensi memperkuat industri manufaktur lokal sekaligus meningkatkan efisiensi sektor pengolahan sawit nasional.

Kerja sama ini menjadi awal sinergi kampus khususnya Program Studi Teknik Metalurgi ITB dan industri pengolahan sawit dalam inovasi pengembangan paduan logam yang diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap kemajuan industri nasional.